Salah satu hal yang dirasakan perempuan ketika atau menjelang haid adalah nafsu makan yang meningkat, kondisi ini tentu bisa mempengaruhi berat badannya. Tapi ada cara yang bisa dilakukan untuk menghindarinya.
Peningkatan nafsu makan yang terjadi saat atau menjelang menstruasi disebabkan oleh perubahan atau fluktuasi hormon estrogen dan progesteron. Beberapa studi menemukan rata-rata perempuan mengalami kenaikan 1-3 kg berat badan akibat perubahan hormon ini.
Selain itu umumnya makanan yang diinginkan perempuan menjelang menstruasi adalah makanan manis seperti permen dan karbohidrat yang secara otomatis bisa memicu kenaikan berat badan. Kalori tambahan yang dikonsumsi ini rata-rata 200-250 kalori per hari.
Meski begitu ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kenaikan berat badan menjelang atau saat menstruasi ini, seperti dikutip dari Lifemojo, yaitu:
1. Jika perut merasa kembung, maka cobalah membatasi asupan natrium dengan mengurangi jumlah garam yang dikonsumsi, salah satunya mengganti dengan garam kalium.
2. Meningkatkan asupan makanan yang bersifat diuretik seperti tomat, mentimun, selada, teh hijau, cranberry, gandum, asparagus, peterseli dan buah bit. Tapi tidak dianjurkan konsumsi obat diuretik.
3. Mengonsumsi susu skim setiap hari. Kalsium membantu menyingkirkan retensi air sampai batas tertentu, hal ini juga memberikan energi melalui protein sehingga menjadi lebih enerjik.
4. Olahraga atau berjalan-jalan disekitar, dan cobalah sedikit aktif. Hal ini karena tidak aktif selama lebih dari 2 hari bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan retensi air.
5. Cobalah cermat dalam memilih makanan yang sehat dan hindari atau kurangi makanan manis. Caranya dengan mengelola keinginan dengan makan buah-buahan yang bisa mengubah rasa di mulut dan mengekang keinginan.
6. Usahakan memiliki minimal 4-5 porsi kecil sepanjang hari untuk menghindari rasa lapar dan keinginan mengemil.
7. Tetaplah membuat tubuh terhidrasi dengan mengonsumsi air putih yang cukup, tapi bisa juga mengonsumsi air kelapa, jus buah dan sayuran, sup dengan sedikit garam serta mengurangi asupan kafein.
Minggu, 19 Februari 2012
Pertimbangan sebelum menindik tubuh !!
1. Mengetahui risiko infeksi
Jika saat ini memiliki infeksi atau luka terbuka, maka sebaiknya menunda penindikan. Risiko infeksi lebih tinggi, terutama jika yang melakukan penindikan kurang terlatih dan bekerja di lingkungan yang tidak steril atau menggunakan peralatan yang tidak bersih atau jika luka tidak benar-benar sembuh.
2. Menyadari masalah medis
Jika memiliki masalah kesehatan, seperti diabetes tidak terkontrol atau kondisi lain yang melemahkan sistem kekebalan, maka peluang untuk terjadi infeksi lebih tinggi.
3. Faktor gaya hidup
Sebuah tindikan di hidung ketika berusia 20 tahun mungkin terlihat keren. Tetapi ketika telah berusia diatas 30 tahun atau setelah memasuki dunia kerja, tentunya hal tersebut tidak sesuai.
Jika berencana untuk berusaha menghilangkan bekas tindikan, hal tersebut dapat meningkatkan peluang terjadinya infeksi. Hal tersebut juga dapat memperpanjang waktu penyembuhan kulit yang baru ditindik. Lokasi tindikan pada daerah tubuh yang aktif, juga lebih rentan terjadi robekan.
4. Kenali kecenderungan penyembuhan
Beberapa orang mungkin rentan terhadap jaringan parut yang dapat diangkat, atau tebal, dan bentuk apa yang disebut keloid. Tindikan bukanlah ide yang baik untuk dilakukan orang yang memiliki kecenderungan mudah terjadi jaringan parut atau keloid.
Waktu penyembuhan bervariasi tergantung pada daerah yang ditindik.Daerah pusar, puting susu, dan alat kelamin adalah daerah yang paling lambat untuk proses penyembuhan.
5. Pertimbangkan anatomi
Tidak semua permukaan kulit dapat memiliki penindikan sesuai dengan yang diinginkan. Misalnya pusar dengan punggung, tentunya paling mudah untuk menusuk pusar. Lidah dengan frenulum pendek (lipatan di bagian bawah lidah), adalah bukan daerah yang baik untuk dilakukan tindikan.
6. Memilih penindik profesional terlatih
Tindikan tubuh yang paling sering dilakukan di tempat tato dan tindik. Sedangkan tindikan pada daun telinga dapat dilakukan di toko-toko perhiasan atau pusat layanan kesehatan.
"Penindik yang berkualitas memiliki pemahaman yang baik tentang fisiologi dan anatomi dari bagian tubuh yang akan ditindik. Para penindik juga harus menggunakan alat steril dan tindakan pencegahan untuk menangani perdarahan dan mengendalikan infeksi.," tulis para peneliti Northwestern.
7. Menceritakan riwayat kesehatan pada penindik
Penindik profesional harus memperoleh riwayat kesehatan dari orang yang akan menggunakan jasanya. Termasuk alergi, penyakit jantung, diabetes, dan asma. Sehingga risiko kesehatan dapat diprediksi. Untuk membatasi pendarahan, dianjurkan untuk menghindari aspirin selama seminggu.
Sebelum dilakukan penindikan biasanya dianjurkan mengonsumsi obat nonsteroidal anti inflammatory drugs (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen untuk setidaknya 1 hari sebelum proses penindikan dan selama 7 hari sesudahnya.
8. Pastikan bahan yang tepat digunakan
Cincin, pin, atau perhiasan bebas nikel untuk mengurangi risiko reaksi alergi dan infeksi. Perhiasan yang terlalu kecil atau tipis atau berkualitas rendah dapat berpindah dari penempatan awal, yang dikenal sebagai migrasi, atau ditolak oleh tubuh.
9. Ikuti petunjuk perawatan
Cari tahu berapa lama luka biasanya akan sembuh dan bagaimana untuk menjaga kebersihan luka. Mengetahui kemungkinan efek samping dari penindikan, seperti nyeri atau bengkak, dan apa yang harus dilakukan untuk meminimalkan efek samping tersebut.
Jika saat ini memiliki infeksi atau luka terbuka, maka sebaiknya menunda penindikan. Risiko infeksi lebih tinggi, terutama jika yang melakukan penindikan kurang terlatih dan bekerja di lingkungan yang tidak steril atau menggunakan peralatan yang tidak bersih atau jika luka tidak benar-benar sembuh.
2. Menyadari masalah medis
Jika memiliki masalah kesehatan, seperti diabetes tidak terkontrol atau kondisi lain yang melemahkan sistem kekebalan, maka peluang untuk terjadi infeksi lebih tinggi.
3. Faktor gaya hidup
Sebuah tindikan di hidung ketika berusia 20 tahun mungkin terlihat keren. Tetapi ketika telah berusia diatas 30 tahun atau setelah memasuki dunia kerja, tentunya hal tersebut tidak sesuai.
Jika berencana untuk berusaha menghilangkan bekas tindikan, hal tersebut dapat meningkatkan peluang terjadinya infeksi. Hal tersebut juga dapat memperpanjang waktu penyembuhan kulit yang baru ditindik. Lokasi tindikan pada daerah tubuh yang aktif, juga lebih rentan terjadi robekan.
4. Kenali kecenderungan penyembuhan
Beberapa orang mungkin rentan terhadap jaringan parut yang dapat diangkat, atau tebal, dan bentuk apa yang disebut keloid. Tindikan bukanlah ide yang baik untuk dilakukan orang yang memiliki kecenderungan mudah terjadi jaringan parut atau keloid.
Waktu penyembuhan bervariasi tergantung pada daerah yang ditindik.Daerah pusar, puting susu, dan alat kelamin adalah daerah yang paling lambat untuk proses penyembuhan.
5. Pertimbangkan anatomi
Tidak semua permukaan kulit dapat memiliki penindikan sesuai dengan yang diinginkan. Misalnya pusar dengan punggung, tentunya paling mudah untuk menusuk pusar. Lidah dengan frenulum pendek (lipatan di bagian bawah lidah), adalah bukan daerah yang baik untuk dilakukan tindikan.
6. Memilih penindik profesional terlatih
Tindikan tubuh yang paling sering dilakukan di tempat tato dan tindik. Sedangkan tindikan pada daun telinga dapat dilakukan di toko-toko perhiasan atau pusat layanan kesehatan.
"Penindik yang berkualitas memiliki pemahaman yang baik tentang fisiologi dan anatomi dari bagian tubuh yang akan ditindik. Para penindik juga harus menggunakan alat steril dan tindakan pencegahan untuk menangani perdarahan dan mengendalikan infeksi.," tulis para peneliti Northwestern.
7. Menceritakan riwayat kesehatan pada penindik
Penindik profesional harus memperoleh riwayat kesehatan dari orang yang akan menggunakan jasanya. Termasuk alergi, penyakit jantung, diabetes, dan asma. Sehingga risiko kesehatan dapat diprediksi. Untuk membatasi pendarahan, dianjurkan untuk menghindari aspirin selama seminggu.
Sebelum dilakukan penindikan biasanya dianjurkan mengonsumsi obat nonsteroidal anti inflammatory drugs (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen untuk setidaknya 1 hari sebelum proses penindikan dan selama 7 hari sesudahnya.
8. Pastikan bahan yang tepat digunakan
Cincin, pin, atau perhiasan bebas nikel untuk mengurangi risiko reaksi alergi dan infeksi. Perhiasan yang terlalu kecil atau tipis atau berkualitas rendah dapat berpindah dari penempatan awal, yang dikenal sebagai migrasi, atau ditolak oleh tubuh.
9. Ikuti petunjuk perawatan
Cari tahu berapa lama luka biasanya akan sembuh dan bagaimana untuk menjaga kebersihan luka. Mengetahui kemungkinan efek samping dari penindikan, seperti nyeri atau bengkak, dan apa yang harus dilakukan untuk meminimalkan efek samping tersebut.
Senin, 13 Februari 2012
Sejarah Hari Valentine
Perayaan hari Valentine termasuk salah satu hari raya bangsa Romawi paganis (penyembah berhala), di mana penyembahan berhala adalah agama mereka semenjak lebih dari 17 abad silam. Perayaan valentin tersebut merupakan ungkapan dalam agama paganis Romawi kecintaan terhadap sesembahan mereka.
Perayaan Valentine's Day memiliki akar sejarah berupa beberapa kisah yang turun-temurun pada bangsa Romawi dan kaum Nasrani pewaris mereka. Kisah yang paling masyhur tentang asal-muasalnya adalah bahwa bangsa Romawi dahulu meyakini bahwa Romulus (pendiri kota Roma) disusui oleh seekor serigala betina, sehingga serigala itu memberinya kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran. Bangsa Romawi memperingati peristiwa ini pada pertengahan bulan Februari setiap tahun dengan peringatan yang megah. Di antara ritualnya adalah menyembelih seekor anjing dan kambing betina, lalu dilumurkan darahnya kepada dua pemuda yang kuat fisiknya. Kemudian keduanya mencuci darah itu dengan susu. Setelah itu dimulailah pawai besar dengan kedua pemuda tadi di depan rombongan. Keduanya membawa dua potong kulit yang mereka gunakan untuk melumuri segala sesuatu yang mereka jumpai. Para wanita Romawi sengaja menghadap kepada lumuran itu dengan senang hati, karena meyakini dengan itu mereka akan dikaruniai kesuburan dan melahirkan dengan mudah.
Sejarah hari valentine I :
Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Tahu gak dewa Zeus? itu bokap-nye hercules.
Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan berlari-lari di jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah mengatakan ini sebagai salah satu sebab cikal bakal hari valentine.
Sejarah Valentine's Day II :
Menurut Ensiklopedi Katolik, nama Valentinus diduga bisa merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda yaitu dibawah ini:
Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti dari emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine (14 Februari), di mana peti dari emas diarak dalam sebuah prosesi dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu dilakukan sebuah misa yang khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.
Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya tidak jelas, meragukan dan hanya berbasis pada legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.
Sejarah hari valentine III :
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa:
"For this was sent on Seynt Valentyne's day (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus) Whan every foul cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya)"
Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan padahari valentine dan memanggil pasangan Valentine mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi naskah British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
Sejarah Valentines Day IV :
Kisah St. Valentine
Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.
Namun sayangnya keinginan ini tidak didukung. Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.
Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Karenanya St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.
St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini akhirnya diketahui oleh kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tidak menggubris dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin.
Sampai pada suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan. Pasangan tersebut berhasil melarikan diri, namun malang St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya. Bukannya dihina oleh orang-orang, St. Valentine malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya itu. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara dimana dia ditahan.
Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta kasih itu adalah putri penjaga penjara sendiri. Sang ayah mengijinkan putrinya untuk mengunjungi St. Valentine. Tak jarang mereka berbicara lama sekali. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar alias benul eh betul.
Pada hari saat ia dipenggal alias dipancung kepalanya, yakni tanggal 14 Februari gak tahu tahun berapa, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu.
Pesan itulah yang kemudian mengubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.
Kesimpulan:
Dari semua asal usul atau sejarah diatas bisa disimpulkan bahwa "hari valentin memiliki latar belakang yang tidak jelas sama-sekali", baik dari ceritanya maupun waktu terjadinya (perhatikan abad terjadinya sejarah diatas walaupun ada nama tokoh yang sama)
Perayaan Valentine's Day memiliki akar sejarah berupa beberapa kisah yang turun-temurun pada bangsa Romawi dan kaum Nasrani pewaris mereka. Kisah yang paling masyhur tentang asal-muasalnya adalah bahwa bangsa Romawi dahulu meyakini bahwa Romulus (pendiri kota Roma) disusui oleh seekor serigala betina, sehingga serigala itu memberinya kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran. Bangsa Romawi memperingati peristiwa ini pada pertengahan bulan Februari setiap tahun dengan peringatan yang megah. Di antara ritualnya adalah menyembelih seekor anjing dan kambing betina, lalu dilumurkan darahnya kepada dua pemuda yang kuat fisiknya. Kemudian keduanya mencuci darah itu dengan susu. Setelah itu dimulailah pawai besar dengan kedua pemuda tadi di depan rombongan. Keduanya membawa dua potong kulit yang mereka gunakan untuk melumuri segala sesuatu yang mereka jumpai. Para wanita Romawi sengaja menghadap kepada lumuran itu dengan senang hati, karena meyakini dengan itu mereka akan dikaruniai kesuburan dan melahirkan dengan mudah.
Sejarah hari valentine I :
Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Tahu gak dewa Zeus? itu bokap-nye hercules.
Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan berlari-lari di jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah mengatakan ini sebagai salah satu sebab cikal bakal hari valentine.
Sejarah Valentine's Day II :
Menurut Ensiklopedi Katolik, nama Valentinus diduga bisa merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda yaitu dibawah ini:
- pastur di Roma
- uskup Interamna (modern Terni)
- martir di provinsi Romawi Afrika.
Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti dari emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine (14 Februari), di mana peti dari emas diarak dalam sebuah prosesi dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu dilakukan sebuah misa yang khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.
Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya tidak jelas, meragukan dan hanya berbasis pada legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.
Sejarah hari valentine III :
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa:
"For this was sent on Seynt Valentyne's day (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus) Whan every foul cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya)"
Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan padahari valentine dan memanggil pasangan Valentine mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi naskah British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
- Sore hari sebelum santo Valentinus akan mati sebagai martir (mati syahid), ia telah menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu".
- Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka diam-diam.
Sejarah Valentines Day IV :
Kisah St. Valentine
Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.
Namun sayangnya keinginan ini tidak didukung. Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.
Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Karenanya St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.
St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini akhirnya diketahui oleh kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tidak menggubris dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin.
Sampai pada suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan. Pasangan tersebut berhasil melarikan diri, namun malang St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya. Bukannya dihina oleh orang-orang, St. Valentine malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya itu. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara dimana dia ditahan.
Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta kasih itu adalah putri penjaga penjara sendiri. Sang ayah mengijinkan putrinya untuk mengunjungi St. Valentine. Tak jarang mereka berbicara lama sekali. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar alias benul eh betul.
Pada hari saat ia dipenggal alias dipancung kepalanya, yakni tanggal 14 Februari gak tahu tahun berapa, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu.
Pesan itulah yang kemudian mengubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.
Kesimpulan:
Dari semua asal usul atau sejarah diatas bisa disimpulkan bahwa "hari valentin memiliki latar belakang yang tidak jelas sama-sekali", baik dari ceritanya maupun waktu terjadinya (perhatikan abad terjadinya sejarah diatas walaupun ada nama tokoh yang sama)
Kamis, 09 Februari 2012
Mengenang Bob Marley, Legenda Jamaika !!
Bob Marley adalah Jamaika, Bob Marley adalah Reggae, Bob Marley adalah legenda. Itulah kira-kira yang pertama kali dipikirkan setiap orang begitu mendengar nama Bob Marley.
Lahir di Jamaika 6 Februari 1945, hari ini Bob Marley seharusnya merayakan ulang tahunnya yang ke 67. Namun sang ikon utama genre reggae ini harus menghembuskan nafas terakhirnya setelah tak kuasa menghadapi penyakit kanker yang dideritanya selama 4 tahun.
fakta-fakta unik tentang Bob Marley :
1. Kelahiran Bob Marley sempat menjadi pergunjingan karena perbedaan mencolok antara kedua orang tuanya. Bapak Bob Marley, Kapten Norval Sinclair Marley, adalah seorang pejabat yang cukup disegani di pemerintahan Inggris. Sedangkan ibu Bob Marley Candella merupakan wanita pribumi.
2. Pada saat hari kelahiran Bob Marley, sejumlah orang bersaksi bahwa mereka melihat beberapa meteor jatuh. Menurut keyakinan setempat, hal tersebut diartikan ada tokoh besar yang lahir pada hari itu.
3. Bob Marley kecil harus hidup tanpa figur seorang bapak sejak ia berusia 10 tahun setelah Norval meninggal pada tahun 1955.
4. Di usianya yang ke 14 Bob Marley memutuskan keluar dari sekolah dan belajar mengelas serta mulai belajar musik dengan sahabatnya Bunny Wailer dan Joe Higgs.
5. Bob Marley mulai mencintai musik dan membentuk band pada tahun 1962. Band pertama yang dibentuknya adalah The Teeneger. Ketika itu Bob Marley dan kawan-kawan memainkan musik ska rocksteady. Band inilah cikal bakal The Wailers, sebuah grup yang sangat populer hingga saat ini.
6. Pada tahun 1977 Bob Marley sebenarnya sudah didiagnosa mengidap kanker kulit, namun hal tersebut disembunyikan dari publik tanpa alasan yang jelas.
7. Seperti istrinya, Rita, Bob Marley adalah seorang menganut Rastafarianism. Rastafari adalah suatu kepercayaan yang lahir di Jamaika, namun sebagian orang lebih suka menyebutnya sebagai way of life.
8. Rambut gimbal merupakan ungkapan kebanggaan Bob Marley terhadap tanah kelahiran dan juga sebagai simbol pendekatan diri kepada Jah (Tuhan).
9. Tahun 1977 Bob Marley mendapati luka di jempol kakinya. Pada awalnya ia mengira bahwa luka tersebut didapatinya setelah ia bermain sepak bola, namun justru cedera itulah awal mula penyebab kematian Bob Marley. Dokter menjelaskan bahwa ia mengidap kanker kulit dan menyarankan Bob untuk mengamputasi jempol kakinya, namun karena kepercayaan yang dianutnya melarang hal tersebut, maka Bob marley menolak saran sang dokter.
10. Bob Marley mendapatkan penghargaan Rock and Roll Hall of Fame dan a Grammy Lifetime Achievement Award atas karya-karya yang diciptakannya.
11. Seperti seorang Rastafarian pada umumnya, Bob Marley juga seorang Vegetarian.
12. Secara biologis, Bob marley memiliki 9 anak dari 7 wanita berbeda. Bob Marley juga pernah mengadopsi 2 anak semasa hidupnnya.
13. Dari 9 anak Bob Marley, 7 diantaranya berprofesi sebagai penyanyi. Mereka adalah Sharon, Cedella, Ziggy, Stephen, Julian, Ky-Mani, dan Damian.
14. Bob Marley dimakamkan di ruang bawah tanah di Nine MIlem St Ann Parish, Jamaika bersama barang-barang favoritnya seperti gitar Les Paul, bola sepak, kitab Rastafarian dan daun ganja.
Meskipun telah lama meninggalkan fansnya, namun karya Bob Marley dipastikan akan tetap abadi di dunia. Tak salah bila ia disebut sebagai seorang legenda. Semoga menemukan kedamaian di sana, Bob.
Langganan:
Postingan (Atom)